PENGEN KEREN

keren, sehat, tips, . March 17, 2015

Menurut aku ga ada yang salah kalau kita ingin selalu terlihat keren.

Keren itu sebenernya pembawaan or in other words keren dari lahir. Nah, ga semua orang nih bisa keren dari lahir. Buat yang ngerasa kurang keren…selalu ada cara untuk mengatasinya!

Salah satu caranya adalah punya badan bagus sehat dan harta berlimpah (anti korupsi loh tapi).

Dengan harta berlimpah apa juga bisa diubah, idung bisa mancung, bulu mata bisa lentik, muka bisa diamplas, lemak bisa disedot trus tinggal jalan-jalan deh ke gunung sambil ke-ciao bella-an! Tapi tetep  aja ini kurang keren juga hasilnya karena artificial.

Namun, apa boleh buat apabila duit terbatas, ya terpaksa pilih salah satu.

Mau badan kece atau kece on the surface tapi kesehatan memble?

Kalau badan keren dan sehat jalan-jalan pake kaos doang, jeans belel, rambut untel-untel asal pake lipstick (tetep dong dandan dikit) pasti keren-keren aja...karena kita nyaman ama badan kita.

Baru dua tahun belakangan ini aku menginvestasikan uang hasil keringatku untuk lebih memperhatikan kesehatanku. Memang keki juga sih ngeliat saldo berkurang terus untuk bayar Personal Trainer dan makan makanan yang benar.

Tapi, aku menyadari kesehatan itu penting banget. Jadi ketika sekarang kondisi tubuh aku jauh lebih enak, aku tidak merasa rugi mengeluarkan uang dan meluangkan waktuku untuk kesehatan.

Kalau mau bicara frustrasi berat badan ga turun-turun padahal udah setengah mati diet dan work out, aku kayaknya harus jadi juara. Karena aku 3 kali menyelesaikan 30 days challenge bikram yoga dalam satu tahun malah naik 9 – 10 kg. Padahal bikram yoga burns lots of calories dan hit the correct muscle spots. Kenapa naik terus? Karena olah raga mati-matian aku tidak didukung dengan pola makan dan pola hidup yang benar.

Selama perjalanan aku memperbaiki kesehatan aku, ada beberapa hal yang aku catat mengenai kenapa berat badan ga turun-turun, yaitu antara lain:

  1. Takut makan karbohidrat
    Karbohidrat itu nasi, kentang, ubi, gandum, dll.
    Rasanya pengen ngakak, Kalau inget bahwa aku adalah one of those girls yang siang sok ga makan nasi padahal tengah malam selingkuh sama kentang goreng dari fast food delivery services. Apa coba?
    Harap diingat bahwa kita membutuhkan karbohidrat untuk memberikan kita energi untuk beraktivitas, berpikir sehingga cemerlang di sekolah dan di kantor, dan perform well ketika berolahraga.
    Kalau memang nasi putih bikin parno banget ya udah ganti aja dengan nasi merah. Aku baru mulai coba makan quinoa, sangat kaya serat dan mengenyangkan. Tapi harganya memang agak mahal sih. Jadi ya sekali-sekali aja J.
    Intinya ga usah takut sama karbo, karena badan kamu butuh, perhatikan saja porsimu.
  2. Kita Pikir Kita Udah Rajin
    Nah, ini paling susah nih. Kita pikir olah raga seminggu 2 kali udah cukup banget. Tapi ternyata nggak.
    Kecuali kita dilahirkan dengan gen a la supermodel sih jangan harap olah raga 2 kali seminggu cukup.
    Kata Personal Trainer aku (Hasan) dan Idolaku (Kayla Itsines), olah raga ga cukup cuma cardio doang atau weight training doang atau stretching doang itu-itu terus setiap hari.
    Konsistensi itu penting. Try to exercise for 1 hour per day dan ganti-ganti tipe exercisenya. Bener juga sih, dengan latihan yang berbeda-beda terus otot kita kayak dikagetin terus. Jadi latihan yang variatif membantu lebih cepat terjadinya perubahan signifikan di badan kita. Jadi, olah raga yang cocok buat aku adalah harus ada cardio, weight training, resistance training and lots of stretching (yoga) in one week.
    Makanya, untuk tipe orang kayak aku yang gampang puas, penting untuk hire personal trainer, karena dia akan paksa aku untuk melakukan gerakan-gerakan yang lumayan ajaib.
    Trus, perasaan berasa slim setelah olah raga itu bahaya banget loh. Bener gak, setelah kita olah raga, kita suka memberikan diri kita hak untuk sikat sate, sop buntut, gulai, ayam pop, oh my god soto paru......#eh
    Itu cara pikir yang salah!
    Justru exercise yang rutin harus didukung dengan makanan yang baik. Makanya, tetep jaga makanan walau pun udah berat berolah raga.
    Kalau mau berat badan turun maka kita harus mengeluarkan kalori yang lebih banyak daripada kalori yang sudah masuk ke tubuh kita, sehingga lemak kita bisa kebakaran jenggot! Hasilnya, badan lebih lean and mean. 
  3. Ternyata Kita Berotot
    Berat aku sekarang 50.
    Setelah menjalani diet mayo sebagai lifestyle selama setahun beratku sempat 48,5 tapi jadinya bentuk aku itu ceking junkie. Certainly, not my goal. Jadi I exercise more and eat lots of protein. Berat naik 1,5 kg tapi fat mass turun, aku ampe kaget sendiri liat telor di tangan dan garis di perut (padahal ternyata garis otot adalah hasil shading dan contouring belaka). Hahaha ga lah. 
    Kalau berat kamu naik padahal kamu olah raga kayak lisa rumbewas, tidak selalu berarti kamu mengalami kegendutan. Cek your muscle mass dan fat mass.
  4. Kurang Tidur
    Semakin kita kurang tidur karena begadang, semakin banyak waktu yang tersisa buat kita merasa lapar dan akhirnya makan makanan di jam-jam yang tidak seharusnya.
    Ternyata ada penjelasan ilmiahnya loh, kalau kita capek tapi kita ga tidur badan kita akan mengeluarkan hormon yang menyebabkan nepsong sama makanan a.k.a lapar membabi buta.
  5. Kita Keren Boleh Tapi Kita Ga Boleh Sombong
    Walau pada kenyataannya kita emang udah keren banget, tapi kita tuh harus selalu eling.
    Cheating makanan boleh banget tapi ga boleh terlena.
    Makan gragas weekend only at lunchtime or dinner time and choose your cheat meals wisely. Inget ya, not all day cheating.
  6. Kebanyakan Mikirin Timbangan
    Semakin kamu keseringan mikirin kenapa itu berat ga turun-turun semakin ga turun. Please refer to 1- 5 above.
    ************
    Jadi intinya adalah, jangan kebanyakan mikir dan kalau kata nike Just do it!
    Set your goal, focus, be consistent, eat well and enjoy the process.

Love, Vita