DIET SELAMA BULAN RAMADHAN

diet, tips, nutrition, puasa. May 20, 2016

Puasa adalah salah satu ibadah wajib di bulan ramadhan, di mana seluruh umat muslim harus menahan diri dari makan dan minum mulai fajar hingga senja. Puasa ini akan mempengaruhi pola asupan nutrisi sepanjang hari. Makanan yang terbatas pada pagi hingga sore hari menyebabkan metabolisme tubuh kita harus menyesuaikan dengan asupan makanan. Pada hari pertama melakukan puasa biasanya kita mengalami ketidaknyamanan dikarenakan seluruh sistem tubuh sedang beradaptasi dengan pola makan yang baru. Namun, setelah hari-hari selanjutnya kita akan mulai terbiasa dengan kebiasaan baru ini dan kita tetap bisa mempertahankan kesehatan dan kekebalan tubuh kita dengan mengkonsumsi gizi yang cukup selama waktu sahur dan berbuka.

Untuk lebih menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan, kita juga perlu memperhatikan pola makan dan hidup kita. Berikut adalah beberapa tips diet sehat selama bulan ramadhan :

1.  Kita harus mengatur jadwal makan selama bulan Ramadhan. Waktu makan dapat kita bagi menjadi tiga kali makan. Kita dapat mengibaratkan sahur adalah makan pagi kita saat puasa dimulai, buka puasa adalah snack sore dan selepas menjalankan sholat magrib adalah makan malam. Hal ini dapat membantu pencernaan kita sehingga tidak kaget dengan asupan makanan karena terburu-buru makan pada saat berbuka akan menggagu kesehatan pencernaan.

2.  Sertakan makanan karbohidrat kompleks yang kaya serat, seperti yang ditemukan dalam biji-bijian seperti roti gandum, beras merah, kacang, serta buah-buahan dan sayuran. Makanan dengan karbohidrat kompleks seperti beras merah selain dicerna secara lama juga kandungan seratnya sehingga sangat tepat jika ada dalam menu sahur kita. Dengan serat makanan yang terkandung di dalam karbohidrat kompleks membantu meningkatkan kadar glukosa darah yang baik dan membantu menjaga kestabilannya. Puasa di siang hari juga bisa meningkatkan kadar asam lambung dan menyebabkan perasaan sakit atau tidak nyaman. Makanan dengan tinggi serat selama makan malam dapat membantu menetralkan asam ini dan mengurangi rasa sakit.

3.  Selama bulan Ramadhan, berbuka puasa dengan mengkonsumsi yang manis seperti kolak merupakan tradisi yang melekat di masyarakat indonesia. Padahal bagi kita yang mengalami diabetes akan mengganggu kesehatan selain itu bagi yang normal makanan dan minuman yang terlalu manis justru akan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Sehingga jikapun kita mempunyai kebiasaan untuk mengkonsumsi yang manis, pilih yang manis alami yang terkandung di dalam buah-buahan seperti kurma atau jus buah lainnya dengan tambahan gula sedikit saja. Snack dengan rasa yang manis berlebih ketika berbuka membuat selera makan kita hilang atau bahkan menundanya padahal proses metabolisme di dalam tubuh membutuhkan beberapa nutrisi lain yang bisa kita dapatkan pada menu makan malam.

4.  Selama bulan Ramadhan, kita seringkali mengkonsumsi snack / makanan yang digoreng. Padahal terlalu banyak minyak dalam menu makan kita dapat memicu berbagai penyakit dalam tubuh kita. Variasikan menu makan kita dengan direbus, dipanggang atau ditumis dengan minyak yang sedikit.

5.  Makan perlahan dan mengunyah makanan dengan baik. Karena kita belum makan sepanjang hari, sehingga kecenderungan untuk ingin makan dalam jumlah besar dan makanan dengan cepat. Ingat bahwa dibutuhkan 20 menit untuk perut kita memberitahu otak sehingga makanlah dengan porsi kecil terlebih dahulu.

6.  Berjalan di malam hari selama minimal 30 menit adalah kegiatan rutin yang ideal. Berjalan tidak hanya akan membantu metabolisme kita, tetapi juga membantu pikiran kita tetap jernih. Namun, jika kita sudah makan makan besar, darah perlu pindah ke sistem pencernaan kita daripada otot-otot kita, sehingga jalan cepat langsung setelah makan berat bukanlah ide yang baik. Tunggu 1-2 jam setelah makan sebelum melakukan aktivitas berat.