9 REASONS WHY YOU'RE BLOATED

Tips, sehat, diet. May 26, 2016

Seringkah kamu merasa kembung padahal sudah tidak mengkonsumsi susu, glutten dan soda? Ternyata itu memang biasa dan tidak ada hubungannya dengan diet kita.

Robynne Chutkan, seorang gastroenterologist, baru-baru ini menyusun sebuah buku panduan mengenai penyebab kembung yang paling umum berjudul "The Bloat Cure". "Saya ingin membuat sebuah panduan ditujukan untuk para wanita agar mereka bisa mendeteksi sendiri apa penyebab kembung mereka," ujar Dr. Chutkan. "Kembung adalah suatu hal yang paling sering saya hadapi selama ini di praktek saya. Yang Umim terjadi, kembung itu merupakan sebuah cara saluran pencernaan memberi tahu tubuh kita bahwa mereka sedang tidak dalam keadaan baik."

Kenapa sih usus kita kok moody? "Umumnya, saluran pencernaan kita itu layaknya tabung kosong, dan terkadang orang tidak sadar akan hal ini khususnya saluran pencernaan kita ini," ujar Dr. Chutkan. "Begitu banyak hal berbeda yang terjadi di berbagai bagian tubuh kita, dan begitu banyak pula hal yang bisa salah." Dan karena kompleksitas sistem saluran pencernaan kita inilah, maka sangat sulit untuk menemukan dan mengobati asal muasal penyebab kembung.

Dr. Chutkan berharap "The Bloat Cure" dapat membuka mata kita akan penyebab kembung yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Bila ada gangguan serius seperti rasa sakit di perut yang amat sangat, buang air disertai darah atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, maka sebaiknya langsung pergi ke dokter. 

Tetapi jika kita hanya merasakan ketidaknyamanan secara umum dan sepertinya bisa mengira-ngira beberapa kemungkinan penyebabnya, maka Dr. Chutkan menyuruh kita untuk menjalani proses yang sangat sederhana, yaitu mulai mengeliminasi penyebab yang tidak kita hadapi. Dr. Chutkan menyarankan, "Coba perhatikan satu persatu secara bergantian dan mulai dari proses yang paling sederhana." 

1. Makan sambil main HP

Nah ini nih buat kalian yang gemar makan sambil main HP, apakah itu telpon atau sekedar scrolling through Instagram. Menurut Dr. Chutkan, biasanya aerophagia — alias menelan udara —akan lebih sering terjadi disaat kita mengerjakan berbagai hal pada saat yang sama, seperti makan sambil main HP. Begitu pula jIka kita terbiasa bernafas melalui mulut,  itu juga bisa membuat kita jadi lebih rentan.

"Banyak orang yang mengalami aerophagia ini merasa seakan mereka memiliki acid reflux, dan biasanya sudah mereka obati selama berbulan-bulan dan hasilnya tidak menjadi lebih baik," ujar Dr Chutkan.

Cara pengobatannya: Makan secara pelahan dan penuh dengan kesadaran. Hindari minum saat makan. Buang kebiasaan mengunyah permen karet. Berlatih pernafasan yang mendalam.

2. Depresi

Tidak hanya ada hubungan antara tingkat rendah serotonin di dalam usus dan depresi, yang dapat menyebabkan sembelit dan kembung, tapi kembung juga efek samping yang umum di dari banyaknya konsumsi obat penenang yang digunakan untuk mengobati depresi ini.

Cara pengobatannya: Cobalah ikut terapi sebelum mengkonsumsi obat-obatan, selain itu tambahkan kegiatan yang menghasilkan keringat pada setiap harinya, bisa olahraga ringan, jalan, dan lain sebagainya. Karena kegiatan bergerak ini bisa membuat mood kita menjadi lebih baik dan kita bisa mendapatkan sedikit dorongan endorfin. Bisa dijamin gerakan ini bisa membuat kita lebih bahagia

3. Dehidrasi

Hanya karena kita minum delapan gelas air sehari bukan berarti kebutuhan air kita sudah terpenuhi. Seiring dengan seringnya kita minum minuman yang terkenal membuat kita dehidrasi seperti soda dan kopi,secara tidak sadar minuman tersebut menyedot kandungan air dalam tubuh kita. Ini juga terjadi  ketika kita minum antihistamin atau menghabiskan terlalu banyak waktu di ruangan ber-AC. Dan ketika hal ini terjadi, ujar Dr Chutkan, usus kita akan kehilangan pelumas dan pembekuan akan terjadi. Terjadilah kembung.

Cara pengobatannya: Coba perhatikan warna urine-mu, semakin jernih semakin bagus. Pastikan kamu penuhi kebutuha air ini walaupun kita sedang tidak haus, dan jangan lupa konsumsi berbagai makanan yang mengandung banyak air.

4. Usus Buntu

Jika kita riwayat usus buntu saat masih anak-anak, kemungkinan besar kita menjadi rentan pada kembung ini saat kita dewasa. "Usus buntu itu sangat penting. Apa yang saya alami selama ini adalah bahwa orang yang memiliki riwayat operasi usus buntu jauh lebih sering kembung, terutama setelah adanya infeksi, karena mereka jadi tidak memiliki cadangan bakteri usus yang baikyang dihasilkan usus, "ujar Dr Chutkan. (Dr. Chutkan menekankan  bahwa usus buntu adalah tempat penyimpanan cadangan mikroba yang ramah yang dibutuhkan untuk situasi darurat.)

Cara pengobatannya: Jauhkan microbiome yang kuat dengan menghindari antibiotik kecuali amat sanagt diperlukan. Kalau sekedar flu tidak perlu antibiotik.

5. Melewatkan Makan

Berikut alasan lain untuk tidak pernah keluar rumah tanpa sarapan. "Jika ada jangka waktu yang lama di mana tidak ada yang bergerak melalui usus, usus menjadi sedikit tidak aktif,"ujar Dr Chutkan. Hal ini biasanya akan membuat kita kembung saat kita makan berikutnya.

Cara pengobatannya: Pastikan untuk makan teratur, walau cuma snack. Langkah ini adalah langkah yang tepat untuk memulai hari.

6. Hormon yang Tidak Seimbang

Banyak faktor yang membuat hormon estrogen tidak seimbang, dimana kondisi ini menjadi salah satu penyebab kembung. Menurut Dr. Chutkan hormon artificial seperti yang terkandung di pil KB sudah pasti membuat hormon estrogen kita jadi tidak seimbang. 

Cara pengobatannya: Sudah saatnya kita mencoba metode alternatif pengendalian kelahiran lainnya, Dr. Chutkan juga mengatakan untuk menghindari xenoestrogens, seperti yang ditemukan dalam daging, plastik, dan produk pembersih.

7. Obat Penahan Rasa Sakit

Jika kita biasa menkonsumsi obat penahan sakit setelah lari atau jalan jarak jauh, kita bisa menjadikan usus kita berdebar kencang. "NSAIDs -- or nonsteroidal anti-inflammatory drugs" sangat bahaya untuk saluran pencernaan, tetapi karena ada begitu banyak pemasaran obat ini, timbul persepsi bahwa mereka itu aman," ujar Dr Chutkan.

Cara pengobatannya: Kurangi obat-obatan penaham nyeri kalau bisa gunakan cara holistik (seperti beberapa pose yoga yang menenangkan). "Setiap kali kita menkonsumsi sesuatu, kita harus  analisa antara risiko dan manfaat," ujar Dr Chutkan. "Tidak ada yang obat yang  tanpa efek samping. Dan yang pertama kali merasakan resikonya adalah usus kita. "

8. Bekerja di Balik Meja

Duduk sepanjang hari merupakan penyebab utama dari kembung, karena saat terlalu lama duduk, maka takkan banyak terjadi kontraksi yang mendorong usus kita. Isi dari usus pun menjadi kering dan feses yang keluar jadi lebih keras, .Untuk mengantisipasi hal ini, disarankan untuk selalu bergerak

Cara pengobatannya: , Lakukan  gerakan fisik ringan selama 10 menit misal menggunakan tangga saat menuju ke meja/ruang kerja.  Ini akan membuat usus berkontraksi.

9. Stress

Kita semua sudah tahu bahwa stres adalah buruk bagi kita, dan tenyata ini juga menjadi alasan utama kita kembung. Dr Chutkan mengumpamakan, "Ketika sebuah T-Rex ada di depan kita dan kita harus kabur dari itu,hal ini menutup aliran darah dari saluran pencernaan ke otot-otot besar di kaki dan jantung sehingga kita dapat lari kencang. "

Masalah kalau T-Rex ini muncul setiap  20 menit sekali." Signal stress ini bukan hanya  memperlambat gerakan usus kita, tetapi mereka juga dapat mempengaruhi pH pada saluran pencernaan serta enzim dan sekresi asam.

Cara pengobatannya:  Meditasi, lakukan lima menit latihan yang dapat membantu kita mengatasi stress, atau bisa mencoba  obat kecemasan yang berasal dari alam. Dan jika ternyata masih kembung, coba,pertimbangkan untuk konsultasi dengan profesional atau mencoba hipnoterapi.

Mengatasi kembung ini bukan hanya dari "apa yang tidak kita konsumsi" tapi juga tambahakan zat yang berguna untuk saluran pencernaan kita. Mungkin bisa juga dicoba mengkonsumsi enzim atau dengan cara mencari tahu lebih dalam akan tipe usus kita.

Source : Well + Good